Berikut adalah meteri hafalan santri Al-Bidayah Jember yang wajib dihafalkan ketika perpulangan libur lebaran Iedul Fitri Tahun 1445 H/ 2024 M, yaitu dihafalkan ketika santri berada di rumah dan sewaktu kembali ke pondok, hafalan tersebut di setorkan (di test kelulusannya)
1. Nida’ (seruan) Salat berjamaah Terawih dan Witir
صلاة التراويح
| جَمَاعَة | بِلَال |
| اَلصَّلاة لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ | صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيح رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمْ الله |
| وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً | فَضْلًا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً |
| رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ | الخَلِيفَةُ الأَوَّلُ سَيِّدُنَا أَبُو بَكْرِ الصِّدِيقِ |
| وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً | فَضْلًا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً |
| رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ | الخَلِيفَةُ الثَّانِي سَيِّدُنَا عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ |
| وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً | فَضْلًا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً |
| رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ | الخَلِيفَةُ الثَّالِثُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ |
| وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً | فَضْلًا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً |
| كَرَمَ اللهُ وَجْهَهُ | الخَلِيفَةُ الرَابِعُ سَيِّدُنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ |
| آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ | آخِرُ التَّرَاوِيحِ أَجَرَكُمُ اللَّهُ |
صلاة الوتر
| الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ | صَلُّوْا سُنَّةَ من الوتر رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ |
| الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ | صَلُّوْا سُنَّةَ رَكْعَةَ الوِتْرِ (مَعَ القُنُوْتِ) جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ |
2. Hafalan Surah-surah pendek
Yaitu menghafan Juz 'amma dan minimal setor hafalan surat-surat:
- At-Takatsur
- Al-‘Asr
- Al-Humazah
- Al-Fiil
- Al-Quraisy
- Al-Ma’un
- Al-Kautsar
- Al-Kafirun
- An-Nasr
- Al-Lahab
- Al-Ikhlas
- Al-Falaq
- An-Nas
3. Materi Hari Raya
a. Takbir Hari Raya
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ؛ لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
b. Kesunnahan Takbir Hari Raya ada 2:
1. Takbir Mursal
Takbir yang dilakukan secara bebas, tidak harus setelah melaksanakan sholat. Waktunya adalah kapan saja sejak terbenamnya matahari pada Malam Hari Raya hingga saat hendak melaksanakan sholat hari raya.
2. Takbir Muqoyyad
Takbir yang dilakukan tidak secara bebas, hanya tertentu setelah sholat, baik sholat sunnah maupun sholat fardu. Waktunya adalah sejak setelah subuh Hari ‘Arofah (9 Dzulhijjah) hingga waktu ashar Hari Tasyriq terakhir (13 Dzulhijjah)
3. Idul Fitri hanya memiliki takbir mursal, sedang idul adha memiliki takbir mursal dan muqayyad.
c. Bilal Sاalat Hari Raya
يَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللهُ؛ اعْلَمُوا أَنَّ يَوْمَكُمْ هُذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُورِ، وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ. أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ، إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ، أَنْصِتُوا أَثَابَكُمُ اللَّهُ، وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللهُ، وَأَطِيعُوْا! رَحِمَكُمُ اللَّهُ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ.
اَللَّهُمَّ قَوِّ الإِسْلامَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلَى اِقَامَةِ الدِّيْنِ. رَبِّ اخْتِمْ لَنَامِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
d. Tata cara Salat Hari Raya (Poin Penting)
- Rakaat Pertama disunnahkan takbir 7 kali (selain Takbiratul Ihram)
- Rakaat Kedua disunahkan takbir 5 kali (selain Takbir Qiyam)
- Disunahkan di sela-sela dua takbir membaca:
سُبْحَانْ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ - Disunnahkan membaca Surah al-A’la dan al-Ghosiyah atau Surah Qof dan al-Qomar
- Disunnahkan khutbah setelah sholat sebagimana Khutbah Jum’at [Hamdalah dan salawat (bacaannya khusus), wasiat taqwa, baca ayat Al-Qur’an, dan medoakan kaum muslim]
- Khutbah pertama sunah diawali 9 kali takbir dan khutbah ke dua 7 kali takbir
- Bagi imam makruh melaksanakan salat sunah sebelum Salat Ied
e. Kesunnahan saat hari raya
- Menghidupkan malam hari raya dengan memperbanyak ibadah
- Bagi pemudi dan wanita yang masih menarik perhatian lebih utama melaksanakan sholat ied di rumah
- Makan atau minum sebelum sholat idul fitri
- Menahan makan dan minum (imsak) sampai selesai salat idul adha
- Idul adha sunah di awalkan (dilaksanakan lebih pagi) pelaksanaannya, agar waktu untuk penyembelihan qurban menjadi luas, yang paling utama setinggi tombak (±18 menit setelah matahari terbit)
4. Zakat Fitrah
1) Takaran Syafiiyah 1 Sha’ atau 4 Mud, jika dikonversi, ulama ikhtilaf:
- 2,5 Kg
- 2,6 Kg
- 2,75 Kg (Taqrirat Sadidah)
- 3 Kg (Anjuran resmi MUI)
2) Jika membayar dengan qimah (uang) maka wajib membayar seharga beras 3,8 kg karena mengikuti Ulama Hanafiyyah.
3) Lafadz Niat Membayar Zakat :
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
5. Puasa
Jika mempunyai tanggungan puasa dan belum diqada’ hingga Bulan Ramadhan berikutnya dengan tanpa adanya udzur semisal; sakit atau bepergian, maka selain wajib mengqadanya juga wajib membayar fidyah [Takaran Fidyah adalah 1 Mud atau 7 ons dari makanan pokok]. Pembayaran fidyah dilipatgandakan sesuai keterlambatan tahun. Dalam artian, ketika terlambat dua tahun maka membayar fidyah double, begitu seterusnya.

0 Komentar